Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Di Balik Sawah dan Sunyi Surau, Harapan Itu Masih Menyala

MataDian.Com – Langkah Helmi Hasan terhenti di sebuah rumah sederhana di Desa Air Jelatang, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Jumat (20/2). Rumah itu berdiri tenang di belakang surau, seolah bersembunyi di antara hamparan sawah yang luas dan sunyi.

Di sanalah Bapak Sinto Wiryo menjalani hari-harinya. Dalam kondisi stroke, ia tetap bertahan bersama tiga anaknya yang masih kecil. Rumah yang dulu hanya seadanya, kini mulai mendapat perhatian. Bantuan Rumah Tidak Layak Huni dari Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadi secercah cahaya di tengah keterbatasan.

Dengan suara lirih dan mata yang menyimpan banyak cerita, Wiryo mengucapkan terima kasih. Bukan hanya rumahnya yang diperbaiki, tetapi juga bantuan sembako dan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional yang membantu mereka bertahan.

“Terimakasih, mungkin ini yang bisa kami ucapkan, terimakasih sekali lagi bapak Gubernur sudah bantu keluarga kami,” ucap Wiryo dengan mata berkaca-kaca

Helmi Hasan berdiri tak jauh dari pintu, memandang anak-anak itu dengan penuh harap.

“Teruslah belajar. Jangan takut bercita-cita setinggi langit,” ucap Helmi

Pesannya lembut namun meyakinkan, pemerintah memiliki program beasiswa bagi anak-anak yang mau bersungguh-sungguh mengejar masa depan.

Di tengah kesederhanaan itu, gubernur juga mengingatkan kepala desa agar peka. Masih banyak keluarga yang diam-diam menanggung beban, menunggu uluran tangan tanpa suara.

“Coba nanti, kades data lagi. Jika ada warga yang masih butuh bantuan akan dibantu kembali,” tutup Helmi

Program bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan keadilan yang nyata. Tak hanya rumah, harapan juga dinyalakan melalui bantuan listrik gratis bagi 2.024 Rumah Tangga Miskin di seluruh provinsi.

Di Kabupaten Kaur, 79 keluarga sudah merasakan terang itu bukan sekadar cahaya di dinding, tetapi cahaya bagi masa depan. Di rumah kecil belakang surau itu, hidup memang belum mudah. Tapi setidaknya, hari ini, mereka tahu—mereka tidak sendirian.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku