Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ribuan Pengunjung Hadiri Bencoolen Fest 2026, Transaksi Capai Miliaran

Oplus_16908288

Kegiatan Malam Pencak Bencoolen Fest Bank Indonesia Provinsi Bengkulu 2026. (Mata Dian.Com/Dian).

MataDian.Com – Bencoolen Fest 2026 berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp1,29 miliar dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 20 ribu orang. Capaian ini menunjukkan besarnya potensi festival dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperluas pemasaran produk lokal, serta meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa Bengcoolen Fest tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga sarana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurut Wahyu, Bengkulu memiliki kekayaan budaya dan kreativitas yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Salah satu identitas budaya yang menjadi kebanggaan daerah adalah Batik Besurek, disertai beragam karya seni dan produk kreatif hasil tangan masyarakat lokal.

Ia menyampaikan hal tersebut saat penutupan Bencoolen Fest 2026. Wahyu menilai potensi budaya tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung promosi yang berkelanjutan dan akses pasar yang semakin luas.

“Kekayaan tersebut tidak hanya terbatas pada batik, tetapi juga mencakup berbagai karya seni dan kreativitas masyarakat lokal,” ujar Wahyu.

Selama pelaksanaan festival, ribuan pengunjung memadati lokasi kegiatan. Tingginya kunjungan turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk, memperkenalkan kualitas barang, serta menjangkau calon konsumen yang lebih beragam.

Dari aktivitas tersebut, nilai transaksi yang terkumpul mencapai Rp1,29 miliar. Bank Indonesia turut memberikan dukungan melalui penyediaan voucher belanja guna mendorong transaksi sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan selama festival berlangsung.

Selain berorientasi pada penguatan ekonomi, Bengcoolen Fest 2026 juga menghadirkan kegiatan sosial melalui program wakaf produktif. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penjualan kopi dengan harga Rp.10 ribu per gelas. Hasil penjualan tersebut diperuntukkan bagi dukungan terhadap kegiatan pesantren melalui program wakaf produktif.

Wahyu menegaskan, dana dari penjualan kopi tersebut bukan merupakan penerimaan Bank Indonesia, melainkan disalurkan untuk tujuan wakaf produktif.

“Dana tersebut disalurkan melalui program wakaf produktif untuk mendukung kegiatan pesantren,” jelasnya.

Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa wakaf tidak hanya berupa tanah atau bangunan. Wakaf juga dapat berbentuk uang yang dikelola secara produktif untuk memberikan manfaat bagi kegiatan sosial dan pendidikan.

Wahyu berharap Bengcoolen Fest dapat terus diselenggarakan dan berkembang sebagai agenda yang mengangkat identitas budaya Bengkulu sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Melalui sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, pengembangan UMKM diharapkan semakin kuat, akses pasar produk lokal semakin terbuka, dan kreativitas masyarakat mampu menciptakan peluang usaha baru.

Ke depan, Bencoolen Fest diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi kreatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku