General Manager (GM) PT. Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Rahmayadi, S.H., M.H. Rabu, (4/2/2026). (MataDian.Com/Dian).
MataDian.Com – PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Cabang Bengkulu terus bersinergi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu. Tentunya dalam bersinergi tersebut Pelindo Bengkulu selalu mensupport dan mendukung semua keperluan atau kebijakan yang dibutuhkan oleh Pemda Provinsi Bengkulu.
Dalam upaya pembangunan di Provinsi Bengkulu, PT. Pelindo 2 selalu mendukung dan mensupport semua permintaan dan apa yang sudah direncanakan oleh Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE, terutama untuk kawasan Proyek Strategi Nasional (PSN).
Disampaikan General Manager (GM) PT. Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, S.H., M.H., dukungan yang direncakan atas kebijakan gubernur, PT. Pelindo II Pulau Baai Bengkulu menyiapkan lahan seluas 218 hektar yang di gunakan untuk kawasan industri Proyek Strategi Nasional atau PSN.
“Kami PT. Pelindo pada prinshipnya mensupport apa yang sudah direncanakan pak gubernur ya. Saat ini secara lahan kami sudah menyiapkan, dan kami mendukung apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu, dengan menjadikan lahan itu (lahan kawasan Pelindo,red), sebagai kawasan Proyek Strategi Nasional”, sampai Dimas Rizky Rahmayadi kepada MataDian.Com, pada acara Media Gathering, dengan mengusung tema “Bersama Media Mengawal Transformasi Pelabuhan”. Berlangsung di Ruang Bika Coffee hotel Mercure. Rabu, (4/2/2026).
Terkait dengan kawasan industri di atas, Dimas Rizky Rahmayadi juga menyampaikan, bahwasanya PT. Pelindo 2 Bengkulu juga menyiapkan lahan Terminal Curah Cair (TCR), dimana pada saat ini, TCR tersebut sedang dalam tahap pembangunan, dan direncanakan untuk sembilan bulan ke depan sudah dapat dioperasionalkan.
Untuk kawasan “Alur”, Dimas Rizky mengatakan, kedalamannya sudah di posisi 6,5. Dengan kedalaman tersebut, Dimas Rizky mengungkapkan bahwa saat ini semua kapal-kapal berkapasitas besar sudah bisa masuk.
“Kawan-kawan bisa lihat sendiri, kapal-kapal besar 6,2 sudah bisa masuk”, demikian kata Dimas Rizky Rahmayadi.







