Kegiatan Monitoring Komisi Informasi Provinsi (KIP), Bersama Dinas Komunikasi, Informasi Dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu Tahun 2025. (Mata Dian.Com/Dian).
MataDian.Com, Bengkulu – Komisi Informasi Provinsi Bengkulu melakukan Monitoring dan Evaluasi Badan Publik tahun 2025 dengan menghadirkan Dinas Kominfotik yang langsung dipimpin Kepala Dinas (Kadis), Miftahul Ilmi M.Si.
Tim penilai yang diketuai Dr Ari Elkaputra SH MH bersama Yuliardi Hardjo Putra M.Si, Dedi Herawan S.Sos M.Sos, Junaidi Alfian Kasip S.Sos M.Ikom dan Dr Kresnawati SE M.Ak melakukan uji publik dan penilaian terkait keterbukaan informasi.
Beberapa catatan penting disepakati dan menjadi fokus utama serta catatan yang akan dilaksanakan oleh badan publik tersebut diantaranya penyediaan Pojok Media di dua lokasi yaitu pada kantor Dinas Kominfotik dan lingkungan kantor Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pihak Dinas Kominfotik juga akan melakukan evaluasi terkait keberadaan grup WhatsApp Mitra Humas yang berisi anggota lebih dari 250 orang termasuk para jurnalis, pemimpin media dan para birokrat.
Ketua Komisi Informasi Provinsi Bengkulu Junaidi Alfian Kasip mengatakan, Monev ini memang membuka ruang untuk evaluasi dan perbaikan yang diamanatkan oleh Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
“Kita menggandeng akademisi, praktisi, pekerja sosial serta media independen dan bersentuhan langsung dengan kegiatan monev,” ujar Junaidi di Bengkulu Selasa 16 Desember 2025.
Catatan lain yang juga disepakati adalah Dinas Kominfotik sebagai PPID utama pemerintah Provinsi Bengkulu akan merilis kegiatan pemerintahan selama satu tahun dan membuka ruang diskusi khusus kepada para jurnalis yang selma ini berperan aktif melakukan kerja jurnalistik di lingkungan Pemprov Bengkulu.
Mereka juga akan mengupayakan ketersediaan layanan dan akses bagi para penyandang disabilitas serta membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya bagi kaum yang memiliki keterbatasan baik fisik maupun mental
Plt Kepala Dinas Kominfotik Bengkulu Miftahul Ilmi M.Si mengaku selama ini memang masih terdapat kekurangan dalam berkomunikasi khususnya denga para insan pers. Tetapi di beberapa kesempatan dan untuk langkah kedepan mereka akan menjalin komunikasi lebih intens dan terbuka.
“Beberapa catatan ini menjadi koreksi bagi kami dan tahun depan kami butuh dukungan untuk pembangunan Bengkulu secara bersama-sana,” jelasnya.
Pihaknya juga berharap kepada kawan-jurnalis untuk tetap menjaga iklim kondusif terutama dalam melakukan kerja jurnalistik tanpa harus mengurangi sikap kritik kepada pemerintah.
“Kami tidak anti kritik, tapi tolong kritik yang membangun dan ad solusinya supaya kmi bisa bekerja secara maksimal,” kata Miftahul. (***)







