Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

IIm Fahimah Apresiasi Syariah Expo Dan Pawai Hari Santri

Oplus_16908288

BENGKULU – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar sejumlah agenda. Rangkaian kegiatan diawali Syariah Expo, doa bersama, syukuran pemotongan nasi tumpeng, dan pawai yang berlangsung sangat meriah.
Dekan Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengku, Prof. Dr. Iim Fahimah, Lc, MA mengatakan peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” & “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Syariah Expo dan Pawai Hari Santri Fakultas Syariah dilaksanakan pada hari Jumat (23/10). Sehari sebelumnya juga dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Santri bertempat di halaman Rektorat UINFAS Bengkulu.
Melalui Syariah Expo dan Pawai Hari Santri, Iim Fahimah mengatakan ada pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat. “Melalui beragam kegiatan Hari Santri ini, kita ingin menyampaikan pesan bahwa para santri ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan negeri ini. Kita bersyukur dan optimis, lewat peran dan kontribusi para santri, negara ini bisa menjadi negara yang hebat,” tegas Iim Fahimah ramah.
Ditegaskan, Fakultas Syariah berkomitmen mencetak santri yang berilmu, beradab, dan berkhidmat untuk negeri. Pawai berlangsung begitu meriah diikuti segenap civitas akademika, mahasiswa, karyawan dan dosen. “Terima kasih kepada semuanya. Mari ktia terus menjaga tradisi hari santri sebagai bentuk kontribusi kita bagi pembangunan bangsa dan negara yang kita cintai,” ujar Iim Fahimah.

Apresiasi Pemerintah
Di sisi lain, Pemerintah menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas peran serta pengabdian pondok pesantren yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, baik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk akhlak generasi muda, maupun menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsanya,” ujar Mensesneg.
Menurutnya, peran pesantren telah terbukti sejak jauh sebelum Indonesia merdeka dan terus berkembang hingga hari ini. Oleh karena itu, pemerintah memandang penting untuk terus memberikan dukungan agar pesantren dapat semakin maju, baik dari sisi kualitas pendidikan, pembinaan para santri, maupun penguatan kelembagaannya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agama memperkuat tata kelola dan pelayanan terhadap pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. “Tentunya yang kita harapkan adalah bagaimana seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama, dan pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan,” jelasnya. (*)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku