Kegiatan BBM Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Senin, (9/2026). (MataDian.Com/Dian).
MataDian.Com – Kantor Bank Indonesia perwakilan Provinsi Bengkulu melakukan silahturahmi kepada rekan media yang tergabung dalam wartawan ekonomi Bank Indonesia Bengkulu, baik cetak elektronik, maupun Online. Kegiatan dikemas dalam bentuk “Bincang Bareng Media (BBM)”. Dipertengahan bulan suci Ramadhan 1447 hijriah tahun 2026 menjadi momen kegiatan tersebut, dengan mengambil tema “Literasi Media Terhadap Fungsi Dan Peran Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan Negara”.
Kegiatan dihadiri langsung Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, beserta jajaran pejabat Bank Indonesia. Berlangsung di Rumah Makan Kampong Pesisir. Senin, (9/3/2026) sore.
Dalam silahturahmi itu, ada hal sangat menarik yang disampaikan Wahyu Yuwana Hidayat selaku KPw Bank Indonesia Bengkulu, kepada rekan wartawan yang selama ini belum banyak mengetahui, yakni kegunaan atau manfaat uang yang sudah hancurkan atau di racik.
Disampaikan Wahyu, uang yang sudah lusuh dianggap rusak dan tidak bisa diedarkan kembali, selama ini dihancurkan untuk di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tentu akan menjadi sampah. Namun, untuk saat ini, Wahyu menjelaskan, bahwa uang yang sudah dihancurkan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku pembangkit listrik. Sehingga, dengan hal demikian, Bank Indonesia melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) ke PT. PLN Nusantara Power di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.
Dikatakan Wahyu, dari limbah uang yang sudah diracik tadi, memiliki jumlah kalori cukup tinggi, mencapai empat ribu kalori, sehingga dapat dijadikan bahan baku pembangkit listrik.
“Jadi limbah yang sudah kita racik tadi, kita bawa ke PLN dan kemudian dijadikan bahan baku pembangkit listrik. Karena, uang kita uang sudah diracik tadi, secara kalori lumayan tinggi. Empat ribu kalori,” jelas Wahyu.
Selain penyampaian manfaat limbah uang yang sudah diracik, ada beberapa edukasi yang disampaikan oleh Kepala dan jajaran pejabat Bank Indonesia perwakilan Bengkulu. Diantaranya
harga barang dan jasa relatif terjangkau ditengah masyarakat dan tidak terjadinya lonjakan harga, masalah Bahan Bakar Minyak (BBM), penyampaian launching program Serambi (Semarak Ramdhan Dan Idul Fitri).
Dimana pada program Serambi tersebut, Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan, selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026, dalam proyeksinya ia mengatakan, bahwa peredaran uang di Provinsi Bengkulu mencapai angka sebesar Rp. 2 triliun.
“Jadi Ramadhan dan idul Fitri puncaknya permintaan yang cenderung meningkat. Puncaknya uang beredar juga meningkat,” sampai Wahyu.
Program Serambi di provinsi Bengkulu berjalan sangat baik. Hal itu dapat terlihat dari upaya Bank Indonesia telah melakukan Kas keliling untuk melakukan penukaran uang. Dari total sepuluh titik yang ditargetkan, sudah tujuh titik terealisasikan.







