Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mode by Cheka Bawa Motif Kaganga Bengkulu ke Panggung Fesyen Internasional IN2MOTIONFEST 2026

Oplus_16908288

MataDian.Com – Kekayaan budaya Bengkulu mendapat ruang untuk bersaing di pasar fesyen global melalui keikutsertaan Mode by Cheka dalam Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026. UMKM binaan program IKRA Indonesia ini mengangkat motif Kaganga yang terinspirasi dari warisan aksara dan naskah kuno Suku Rejang ke dalam rancangan busana modern.

Partisipasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Bengkulu melalui produk fesyen yang inovatif dan memiliki nilai tambah. Motif Kaganga dipadukan dengan desain kontemporer tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi ciri khasnya.

Keikutsertaan Mode by Cheka juga menunjukkan bahwa wastra daerah memiliki peluang untuk berkembang di industri modest fashion atau fesyen busana santun. Dengan pengembangan desain, peningkatan kualitas, dan promosi yang tepat, kekayaan budaya lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Indonesia terus memperkuat posisinya dalam industri modest fashion internasional. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia pada sektor modest fashion.

Pencapaian ini didukung kekayaan budaya, keberagaman desain, fasilitasi pemerintah, serta partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam berbagai ajang fesyen internasional.

Industri ini juga membuka peluang ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perajin, serta desainer lokal. Selain memperluas pasar produk kreatif, pengembangan modest fashion berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekspor.

Peluang tersebut menjadi salah satu fokus Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10/2026).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, membuka kegiatan tersebut bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar, serta sejumlah pelaku industri fesyen.

Mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, IN2MOTIONFEST memasuki penyelenggaraan kelima. Tahun ini, kegiatan tersebut untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).

Kolaborasi Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan ini menghubungkan pengembangan kapasitas pelaku usaha dengan perluasan akses pasar. Melalui pendekatan tersebut, kreativitas dan kekayaan wastra Nusantara diharapkan dapat berkembang menjadi produk fesyen berdaya saing global.

Aida S. Budiman menekankan pentingnya membangun ekosistem modest fashion secara terpadu, mulai dari pengembangan produk hingga pemasaran. Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki akses ke calon pembeli agar promosi dapat menghasilkan transaksi dan kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya juga menyoroti peluang produk modest fashion Indonesia untuk menembus pasar yang lebih luas. Kekayaan budaya dan keunikan desain Indonesia dinilai menjadi modal penting untuk menarik konsumen, baik di negara-negara muslim maupun pasar internasional lainnya.

Namun, pengembangan industri kreatif perlu berjalan seiring dengan perlindungan kekayaan intelektual. Langkah ini penting agar karya desainer dan pelaku usaha Indonesia memiliki nilai ekonomi sekaligus terlindungi dari penggunaan tanpa izin.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai wastra dan kreativitas fesyen Indonesia dapat memperkuat daya tarik wisata belanja. Peragaan busana, pameran, dan kegiatan bisnis dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diharapkan membuka peluang kemitraan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan.

Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan kementerian/lembaga terkait telah mendukung pengembangan pelaku usaha modest fashion sejak 2018. Pembinaan tersebut mencakup kurasi produk, pelatihan, pendampingan, pengembangan merek melalui program IKRA Brand Leveling System, serta peningkatan kualitas produk wastra.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan membantu pelaku usaha memperluas akses pasar melalui promosi dagang, business matching, dan pengembangan jejaring pembeli domestik maupun internasional.

Dukungan tersebut perlu diimbangi kesiapan UMKM dalam menjaga kualitas, memenuhi kapasitas produksi, menetapkan harga yang kompetitif, dan memperkuat pengelolaan usaha. Faktor-faktor ini menjadi bekal penting agar produk lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar global.

Dalam upaya tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu turut mendorong UMKM kreatif daerah untuk memperluas jangkauan pasar. Keikutsertaan Mode by Cheka melalui program IKRA Indonesia menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan wastra khas Bengkulu di panggung fesyen berskala internasional.

Mode by Cheka mengangkat motif Kaganga yang berakar pada warisan aksara dan naskah kuno Suku Rejang. Motif tersebut diolah menjadi rancangan busana modern yang tetap menonjolkan identitas budaya lokal.

Perpaduan tradisi dan desain kontemporer ini memperlihatkan peluang pengembangan warisan budaya menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Motif lokal tidak hanya menjadi elemen estetika, tetapi juga dapat menjadi pembeda yang memperkuat karakter dan identitas produk.

Melalui IN2MOTIONFEST 2026, Mode by Cheka diharapkan dapat meningkatkan eksposur produk, memperluas jejaring bisnis, serta menjangkau calon pembeli dan mitra usaha potensial.

Keikutsertaan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan motif Kaganga kepada khalayak yang lebih luas. Dengan pengembangan berkelanjutan, wastra Bengkulu berpotensi mengambil bagian dalam pertumbuhan industri modest fashion nasional dan global.

Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Melalui sinergi pembinaan, inovasi desain, dan perluasan akses pasar, Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mendorong wastra lokal agar semakin dikenal, memiliki daya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha serta masyarakat. (Rls)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku