Kegiatan Seminar Nasional BPD Seluruh Indonesia. Jumat, (21/8/2026). (MataDian.Com/Dian).
MataDian.Com – Ajang undian tabungan nasional Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda), Bank Pembangunan Daerah (BPD/Bank Bengkulu)/ Provinsi Bengkulu, mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah pada kegiatan rangkaian nasional undian tabungan Simpeda. Rangkaian kegiatan undian nasional tabungan Simpeda dilaksanakan setiap 12 tahun sekali.
Dari dulu puluh tujuh tabungan Bank Daerah, sebanyak dua puluh empat Bank daerah yang mempunyai tabungan Simpeda (Simpanan Pembangunan Daerah) secara bersama. Di samping itu juga, setiap tahun kegiatan rangkaian undian tabungan nasional Simpeda dilakukan oleh dua Bank Daerah dengan jalan diundi.
Hal itu di sampaikan Direktur Bank Pembangunan Daerah/Bank Bengkulu, Hi. Iswahyudi, dalam sambutannya pada kegiatan Seminar Nasional BPD Seluruh Indonesia, dengan mengambil tema “Dukungan Pemerintah Terhadap Pungutan Likuiditas Bank Pembangunan Daerah Dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional”. Berlangsung di Hotel Mercure. Jumat, (21/8/2026).
Selaku Direktur Bank Bengkulu, Iswahyudi juga menyampaikan, bahwa seminar nasional tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antar seluruh BPD di Indonesia.
“Kita di sini secara bersama-sama berbicara mengenai tantangan ekonomi saat ini serta membangun kolaborasi bersama dengan BPD se-Indonesia,” ujar Iswahyudi.
Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan gagasan dan strategi yang dapat memperkuat peran BPD dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian yang membuka langsung kegiatan tersebut, dalam sambutannya mengatakan,
Seminar nasional tersebut dinilai penting sebagai momentum untuk memperkuat peran BPD sebagai penggerak ekonomi daerah yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Wagub Mian mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut BPD untuk terus bertransformasi menjadi bank yang profesional, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.
“Perkembangan teknologi digital sangat pesat. BPD dituntut harus bertransformasi sebagai bank yang profesional dan inovatif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung di era digital yang semakin kuat saat ini,” kata Mian.
Menurutnya, transformasi tersebut harus dibarengi dengan penguatan sinergi antara BPD dan pemerintah daerah. Kolaborasi juga perlu diperluas dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Saya berharap Bank Bengkulu dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, OJK, dunia usaha, serta pemangku kebijakan lainnya. Sehingga agenda hari ini sangat penting untuk menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Asbanda Agus H. Widodo, Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H. Amro, serta jajaran Komisaris Bank Bengkulu.







