Ketua DPP Inkindo Provinsi Bengkulu, Dwi Oktarina. Senin, (31/8/2026). (MataDian.Com/Dian).
MataDian.Com – Setelah melakukan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (Inkindo) lanjut tancap gas melaksanakan Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) yang dilaksanakan di Hotel Santika. Senin, (31/8/2026).
Kemajuan Artificial Intelegence (AI) yang berkembangan saat ini menjadi tolak ukur dalam semua bidang untuk mempermudah dan meyelesaikan aktivitas bekerja. Terutama dalam dunia usaha. Meskipun demikian, penggunaan fasilitas AI belum banyak masyarakat belum bisa melakukan atau menggunakannya. Untuk itu, bagi masyarakat ataupun individu yang belum bisa mengoperasionalkannya, akan dilakukan pelatihan.
Dwi Oktarina, selaku Ketua DPP Inkindo Provinsi Bengkulu, menyampaikan, pelatihan AI terhadap masyarakat terutama bagi para pekerja, terkhusus lagi masyarakat yang bergerak dibidang usaha konstruksi (Konsultan), Menurutnya hal itu sangat penting. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh anggota Inkindo Bengkulu supaya mampu untuk meningkatkan kemampuan AI, agar tidak ketinggalan kemampuannya terhadap daerah lain.
Disampaikan Dwi Oktarina, Rakerprov merupakan instrumen organisasi tertinggi bagi jasa konsultan setelah Musprov yang telah dilaksanakan pada bulan April lalu.
Menurut Dwi, peningkatan AI bagi para pelaku usaha atau pekerja di dunia Konsultan untuk saat ini persaingan sangat ketat. Maka dengan hal yang demikian, Dwi Oktarina menegaskan, bahwa ini sebagai bentuk fungsi DPP Inkindo Provinsi Bengkulu melakukan Workshop guna meningkatkan kemampuan anggota terhadap AI.
Selain itu, Dwi mengatakan Rakerprov dilakukan agar seluruh anggota yang tergabung dalam organisasi Inkindo Bengkulu mengetahui kinerjanya, apa yang harus dilakukan selama empat tahun ke depan.
“Jadi Rakerprov ini adalah instrumen organisasi tertinggi di Provinsi setelah Musprov. Jadi kita sudah melakukan Musprov di bulan April tahun ini. Dan sekarang adalah rapat kerjanya. Gunanya apa, supaya anggota tahu apa yang akan pengurus lakukan untuk empat tahun ke depan,” ungkap Dwi Oktarina.
Dwi Oktarina juga menambahkan, dengan situasi kebijakan pusat melakukan efisiensi anggaran, sehingga banyak kegiatan Pemerintah dilakukan dengan aktivitas atau kegiatan lainnya, seperti melakukan peralihan kegiatan pertanian dan MBG (Makan Bergizi Gratis), yang mengakibatkan dana untuk konsultan sangan menurun secara drastis. Tetapi, ia menghimbau agar Inkindo di Provinsi Bengkulu tetap harus untuk dapat mengambil peran.
“Banyak kebijakan-kebijakan Pemerintah beralih pada pertanian dan MBG. Tapi kita masih bisa mengambil peran di sana. Seperti tadi, pemberdayaan Polri sudah nanam jagung, padi itu nanti di TNI, kita masih tetap bisa mengambil peran di sana. Karena pertanian pun pasti butuh yang namanya irigasi, bagaimana tanam itu bisa berjalan dengan baik. Di situkan dibutuhkan jasa konsultan. Kita tetap mampu bisa mengambil peran. Jadi dunia Konsultan itu jangan terarah pada konstruksi saja. Tapi arah kebaikan Pemerintah itu kemana, kita sebagai jasa konsultan harus mampu adaptif, harus mampu menjadi mitra untuk Pemerintah dalam menyukseskan yang sudah dicanangkan,” demikian Dwi Oktarina.







