Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Usai Makan Menu MBG, Murid Dilarikan Ke Rumah Sakit

Oplus_16908288

Guru Kelas 2C SD Negeri 59 Kota Bengkulu, Ningrum. Jumat, (4/9/2026). (MataDian.Com/Dian).

MataDian.Com Beberapa murid Sekolah Dasar Negeri (SD -N) 59 Kota Bengkulu, dilarikan ke Rumah Sakit (RS), setelah memakan makanan dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

MBG merupakan program Pemerintah berbentuk makanan yang diberikan bagi siswa/siswi di sekolah. Namun kali ini, makanan dari MBG tersebut mengalami peristiwa yang sangat menyedihkan. Hal itu dikarenakan ada kejadian yang menimpa siswa di atas.

Guru kelas 2C SDN 59 Kota Bengkulu, Ningrum kepada awak media menjelaskan, dijelaskannya, bahwa sudah menjadi kebiasaan beliau apabila makanan yang datang dari MBG yang diperuntukan bagi siswa dan guru ditempat ia mengajar, beliau selalu memeriksanya terlebih dahulu dengan jalan mencium makanan tersebut.

Menurutnya, hal itu dilakukan, untuk memastikan apakah makanan itu sudah layak untuk di konsumsi apa tidak. Namun kali ini, ada beberapa makanan yang diserahkan dari MBG itu sudah mengalami atau tercemar, dikarenakan, makanan tersebut sudah ada ataupun berbau tidak sedap alias berbau busuk setelah dicium.

“Ini Jumat, 4 September 2026. Saya mengajar di kelas 2C. Nah, sebelum ompreng dibagikan, itu kebiasaan saya selaku mencium apapun makanan yang ada di dalam ompreng ya. Karena untuk memastikan ke anak-anak. Nah setelah saya cek ternyata aman buat anak-anak di kelas saya, saya bagikan ompreng itu,” jelas Ningrum.

Usai pembagian makanan MBG untuk anak-anak (Murid), Ningrum juga menjelaskan, beliau langsung kembali ke ruangan kantor (ruang guru), kemudian ia membuka ompreng (makanan dari MBG) untuk guru.

“Saya buka ompreng pembagian untuk guru saya cium. “Itu bau, katakanlah Sempol ayam, itu baunya sudah sama sekali tidak enak”. Nah, saya lapor ke Bu Kepsek. Saya lapor ke Bu Kepsek, kata Bu Kepsek tidak usah dimakan lagi. Nah, kebetulan saya juga melapor ke operator. Nah, ompreng yang punya saya dan operator itu sama. Baunya sudah tidak enak,” terang Ningrum.

Lanjut Ningrum, akibat makanan MBG tersebut sudah bauk, ia diperintahkan Bu Kepsek, bahwa makanan yang di omprengan sudah berada di kelas tidak usah untuk dimakan lagi. Tetapi demikian, dikatakan Ningrum ada beberapa kelas sudah memakan makanan tersebut, sehingga dengan demikian usai memakan makanan itu, sekitar selang waktu 15 menit murid mengeluh sakit perut, muntah-muntah, kepala pusing. Sehingga, melihat keadaan murid lebih lanjut Ningrum menerangkan, lansung membawa anak murid ke IGD (Instalasi Gawat Darurat), yang aman sebelumnya di bawa ke Puskesmas namun ditolak.

“Ada beberapa kelas sudah makan. Nah, setelah saya sampai anak-anak sudah makan. 25 menit setelah itu mereka mengeluh sakit perut dan muntah-muntah kepala pusing. Nah, kami pihak sekolah melarikan anak-anak ke IGD. “Awal ke Puskesmas. Tetapi di tolak, kami disuruh ke IGD”, demikian Ningrum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku