Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bupati Bengkulu Tengah Ajak Warga Lestarikan Bahasa Rejang dan Lembak

Oplus_16908288

Pakai Peci Warna Hitam, Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Drs. Rahmat Riyanto, S.T., M.A.P. Selasa, (20/10/2026). (Mata Dian.Com/Dian).

MataDian.Com – Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rahmat Riyanto, S.T., M.A.P., mengajak masyarakat untuk membiasakan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya menjaga kelestarian budaya dan memperkuat identitas daerah.

Rahmat menilai, bahasa daerah merupakan warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat. Karena itu, pelestariannya perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, terutama dengan membiasakan anak-anak berbicara menggunakan bahasa daerah di rumah.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari adat istiadat hingga bahasa yang berkembang di berbagai wilayah.

Keberagaman tersebut menjadi kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Ia juga meminta pemerintah daerah turut mendorong dan mengimbau masyarakat agar semakin bangga menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari.

Di Kabupaten Bengkulu Tengah sendiri, terdapat dua suku yang memiliki bahasa daerah, yakni Suku Rejang dan Suku Lembak. Kedua bahasa tersebut telah melalui proses revitalisasi oleh Balai Bahasa Indonesia sehingga perlu terus diperkenalkan dan digunakan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di Kabupaten Bengkulu Tengah ada dua suku, yaitu Suku Rejang dan Suku Lembak. Kedua suku itu mempunyai bahasa masing-masing yang harus kita gunakan saat berdialog setiap hari,” ujar Rahmat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat saat memberikan keterangan kepada awak media dalam momentum Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Selasa (20/10/2026).

Ia berharap, melalui kebiasaan menggunakan bahasa daerah, generasi muda semakin mengenal akar budayanya. Langkah ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa Bengkulu Tengah kepada masyarakat luas.

Pelestarian bahasa daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintah, agar bahasa Rejang dan Lembak tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku