Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Gubernur H. Helmi Hasan, SE: PPP Jadi Urat Nadi Ekonomi, Kelasnya Akan Ditingkatkan

oplus_2

Pakai Peci Warna Putih, Gubernur Benģkulu, H. Helmi Hasan, SE, Saat Melakukan Kunjungan Ke Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pulau Baai Kota Benģkulu. Kamis, (14/08/2025). (Dian/MataDian.Com).

MataDian.Com Nelayan dan pedagang yang memanfaatkan Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Pulau Baai Kota Bengkulu, tak perlu khawatir terkait kabar penutupan fasilitas tersebut.

Pasalnya kabar tersebut dipastikan tidak benar, bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu ingin meningkatkan kelas P3 menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pulau Baai.

Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE mengatakan, P3 Pulau Baai ini menjadi salah satu urat nadi perekonomian, terutama bagi nelayan dan pedagang ikan yang memanfaatkan fasilitas ini.

“Maka dari itu bukan ditutup, tapi sebaliknya ingin kita tingkatkan kelasnya,” ungkap Helmi saat menghadiri kegiatan bakar dan makan ikan bersama nelayan dan pedagang di P3 Pulau Baai yang digelar HSNI Kota Bengkulu, Kamis 14 Agustus 2025.

Menurut Helmi, Pemprov Bengkulu memproyeksikan P3 ini, kedepannya naik kelas menjadi PPN Pulau Baai. Upaya peningkatan status ini semata-mata untuk mengembangkan potensi perikanan daerah.

“Ketika statusnya meningkat, maka di sini dapat memiliki fasilitas, dan kapasitas yang lebih lengkap dan memadai. Sehingga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat jadi lebih tinggi,” kata Helmi.

Helmi menambahkan, terkait kebutuhan lahan tambahan sekitar 10 hektare untuk mewujudkan peningkatan status, tentu nanti dicarikan jalan keluar terbaiknya.

“Tentu segera kita carikan jalan keluar terbaik. Sehingga nantinya proyeksi peningkatan kelas tersebut dapat segera terwujud, sebagaimana harapan nelayan dan pedagang,” tambah Helmi.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE menyatakan kesiapan legislatif, untuk mendorong percepatan peningkatan status P3 Pulau Baai menjadi PPN.

“Ketikan naik status jadi PPN, bukan dari sisi peningkatan sarana dan prasarana saja. Tapi daerah kita nanti juga bisa ekspor langsung komoditas ikan ke luar negeri,” ujar Teuku.

Dilanjutkan Politisi Partai Amanat Nasional ini, ketika bisa melakukan ekspor secara langsung, maka nantinya setiap transaksinya tercatat secara resmi.

“Sehingga nantinya Provinsi Bengkulu berhak menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor perikanan. Kalau sekarang ini sumber PAD kita hanya mengandalkan sewa dari lapak pedagang saja,” sampai Teuku.

Lebih lanjut Teuku mengemukakan, saat ini dengan keberadaan P3 Pulau Baai, ditambah dengan pelabuhan perikanan yang ada di kabupaten-kabupaten, total PAD yang diperoleh Provinsi Bengkulu sekitar Rp 160 juta setahun.

“Jadi kenapa tidak kita tingkatkan kelasnya, agar berdampak besar pada peningkatan pendapatan daerah,” papar Teuku.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggaran sekaligus Perwakilan Pengurus HNSI Kota Bengkulu, Budiman mengaku bersyukur karena Pak Gubernur Helmi Hasan bersama FORKOPIMDA dan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi berkesempatan hadir.

“Kami sangat menunggu-nunggu bantu rakyat, khususnya pada kami selaku nelayan,” singkat Budiman.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku