Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemprov Bengkulu Siap Dirikan Sentra Komando di Daerah untuk Percepat Penanganan Stunting dan Kemiskinan

MataDian.Com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu siap mendirikan Sentra Komando di seluruh daerah sebagai upaya mempercepat penanganan stunting dan kemiskinan.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, saat menerima kunjungan kerja Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Zamhir Setiawan, di ruang kerja Wakil Gubernur, Senin (8/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, serta Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu.

Wakil Gubernur Mian mengatakan, pembentukan Sentra Komando merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Melalui program tersebut, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota akan memperkuat koordinasi dalam penanganan stunting dan kemiskinan berbasis data.

“Menindaklanjuti SKB Empat Menteri, kami bersama pemerintah kabupaten dan kota akan mendirikan Sentra Komando untuk penanganan stunting dan kemiskinan daerah. Di Bengkulu terdapat 129 kecamatan dan 1.513 desa/kelurahan yang nantinya akan menjadi basis pemutakhiran dan pemaparan data kependudukan, termasuk data kemiskinan dan stunting,” ujar Mian.

Menurutnya, SKB Empat Menteri tentang Pengendalian Mutu Pelayanan Keluarga Berencana (KB) memiliki keterkaitan erat dengan upaya penurunan angka stunting dan kemiskinan. Optimalisasi program KB dinilai mampu meningkatkan kualitas keluarga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Semakin optimal program KB diterapkan, semakin besar peluang keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari lingkaran kemiskinan,” katanya.

Mian menambahkan, keberadaan Sentra Komando di daerah diharapkan dapat mendorong keberhasilan pembangunan yang dimulai dari tingkat desa. Menurut dia, kemajuan desa dan daerah menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di Provinsi Bengkulu.

“Sentra Komando ini akan menjadi instrumen untuk memperkuat pembangunan dari desa. Kemajuan daerah merupakan barometer keberhasilan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, Zamhir Setiawan, menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memperkuat implementasi SKB Empat Menteri di daerah.

“SKB Empat Menteri merupakan kebijakan kolaboratif yang bertujuan memperkuat standar, pengawasan, dan evaluasi layanan Keluarga Berencana secara nasional. Kebijakan ini memastikan alat dan obat kontrasepsi yang tersedia di fasilitas kesehatan aman, bermutu, dan terdistribusi secara merata,” jelas Zamhir.

Ia menegaskan, implementasi kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), khususnya dalam percepatan penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan di daerah.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku