KPw Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, Didampingi Danyon A Pelopor, Thomson Sirait, S. Sos. Rabu, (10/9/2026). (MataDian.Com/Dian).
MataDian.Com – Kegiatan olahraga menembak ternyata tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membidik sasaran. Di balik aktivitas tersebut terdapat nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari konsentrasi, kedisiplinan, ketelitian hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Hal tersebut menjadi salah satu pandangan yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, saat mengikuti kegiatan kunjungan ke Batalyon A Pelopor Brimob di wilayah Curup, Kabupaten Rejang Lebong.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Wartawan Ekonomi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Kegiatan mengangkat tema “Sinergi Bank Indonesia dan Media dalam Mengkomunikasikan Kebijakan dan Mengangkat Potensi Ekonomi Daerah.”
Menurut Wahyu, olahraga menembak memiliki daya tarik tersendiri karena menggabungkan unsur olahraga dengan latihan mental. Seorang penembak dituntut mampu menjaga konsentrasi dan mengendalikan diri sebelum menentukan sasaran.
Ia menilai kemampuan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan karakter disiplin. Dalam olahraga menembak, setiap tahapan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Peserta harus memahami prosedur, memperhatikan aspek keamanan serta menjalankan seluruh instruksi dengan penuh tanggung jawab.
“Alhamdulillah kita bisa berkunjung ke satuan Brimob Batalyon A Pelopor di Curup,” ujar Wahyu.
Bagi Wahyu, pengalaman tersebut memberikan perspektif berbeda kepada para peserta pelatihan, khususnya insan media yang sehari-hari menjalankan tugas jurnalistik. Selain memperoleh pengetahuan baru, kegiatan lapangan juga menjadi sarana membangun kebersamaan antara Bank Indonesia dan wartawan.
Ia menjelaskan, olahraga menembak pada dasarnya mempunyai sejumlah manfaat positif apabila dilaksanakan sesuai aturan dan didampingi oleh personel yang berkompeten. Fokus menjadi salah satu kemampuan utama yang dilatih.
Ketika berada di lapangan, seorang penembak harus mampu mengarahkan perhatian sepenuhnya kepada sasaran. Gangguan dari lingkungan sekitar harus dapat dikendalikan sehingga keputusan yang diambil tetap terukur.
Nilai disiplin juga menjadi bagian penting. Setiap peserta harus mematuhi aturan keselamatan mulai dari persiapan, penggunaan peralatan hingga pelaksanaan kegiatan. Kebiasaan tersebut dinilai dapat membentuk sikap bertanggung jawab.
Selain aspek pembinaan diri, olahraga menembak juga dapat diarahkan menjadi cabang olahraga prestasi. Dengan latihan yang teratur, teknik yang tepat serta pembinaan berkelanjutan, kemampuan menembak dapat dikembangkan untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Kunjungan ke Batalyon A Pelopor Brimob di Curup pun menjadi salah satu agenda yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta Pelatihan Wartawan Ekonomi BI Bengkulu. Para wartawan tidak hanya mendapatkan materi berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan perkembangan daerah, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui kegiatan di luar ruangan.
Melalui kegiatan tersebut, BI Bengkulu berharap hubungan dan komunikasi dengan media semakin kuat. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan Bank Indonesia sekaligus mengangkat berbagai potensi ekonomi yang ada di daerah.
Sinergi tersebut dinilai penting agar informasi mengenai perkembangan ekonomi Bengkulu dapat diterima masyarakat secara lebih luas, mudah dipahami dan memiliki nilai edukasi.
Kegiatan pelatihan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Bank Indonesia dengan insan pers. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kebijakan serta program penguatan ekonomi daerah dapat disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan berimbang.
Bagi peserta, pengalaman di Batalyon A Pelopor menjadi bagian menarik dari rangkaian kegiatan. Selain memperkenalkan sisi lain olahraga menembak, kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa konsentrasi, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan merupakan nilai yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan.
Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tambahan dalam pelatihan wartawan. Lebih jauh, pengalaman itu menjadi sarana membangun kekompakan sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara Bank Indonesia dan media dalam mendukung pembangunan serta pengembangan potensi ekonomi Bengkulu.







