Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kopi Binaan Bank Indonesia Bengkulu Tembus Pasar Internasional

Oplus_16908288

Sebelah kiri, KPw Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat. Senin, (7/9/2026). (MataDian.Com/Dian).

MataDian.Com Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berhasil mendorong dan melakukan peningkatan produksi pertanian serta perkebunan.

Di tahun 2026 ini, Usaha Kecil Mikro Dan Menengah (UMKM) di bawa binaan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, khusus bergerak di bidang pertanian kopi, telah berhasil menembus pasar Internasional, yakni di negara Itali, dengan capaian hasil panen mencapai 19,2 ton.

Capaian itu dapat diartikan juga sebagai wujud nyata keberhasilan kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi bersama Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat petani kopi di Bengkulu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuana Hidayat, pada kesempatan itu menyampaikan, penguatan sektor kopi menjadi bagian penting dalam strategi mendorong UMKM daerah agar naik kelas. Menurut dia, potensi kopi Bengkulu harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kepastian pasar.

‎“Kita perdana 19,2 ton kopi ekspor ke Italia,” kata Wahyu, di Halaman Kantor Bupati Kepahiang, Senin,  (7/9/2026).

‎Ekspor tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kopi Bengkulu memiliki peluang untuk menembus pasar global. BI Bengkulu selanjutnya berupaya memperluas akses pasar agar produk kopi daerah tidak berhenti pada pasar ekspor, tetapi juga masuk ke rantai pasok perusahaan dan jaringan usaha berskala besar.

‎Wahyu mengatakan rencana kerja sama dengan Starbucks dan Tomoro Coffee menjadi bagian dari upaya mempertemukan produk kopi Bengkulu dengan pasar yang lebih luas. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian permintaan sekaligus mendorong pelaku UMKM meningkatkan standar produksi.

‎Langkah tersebut sejalan dengan program BI dalam memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM. Dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, misalnya, UMKM binaan BI Bengkulu mencatat transaksi penjualan sekitar Rp955,49 juta. Selain transaksi, sejumlah pelaku usaha juga memperoleh peluang melalui agenda business matching ekspor. ‎Salah satu capaian datang dari Kopi Bukit Barisan yang menandatangani Letter of Intens (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pembelian awal 500 kilogram kopi robusta Bengkulu dengan nilai kontrak Rp35,5 juta.

‎Menurut Wahyu, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk kopi Bengkulu memiliki kemampuan untuk bersaing apabila didukung penguatan kualitas, kemasan, kapasitas produksi, serta akses pasar.

‎BI Bengkulu juga mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan masuk ke dalam rantai nilai yang lebih luas.

‎Dengan terbukanya peluang ekspor dan rencana kemitraan dengan jaringan kedai kopi besar, kopi Bengkulu diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah. Penguatan kerja sama antara pemerintah, BI, pelaku usaha, perbankan, dan korporasi dinilai penting untuk memastikan UMKM kopi mampu tumbuh secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha di daerah.

Selain kopi, terlihat dalam stand pada acara ekspor perdana kopi tersebut, masih banyak produk-produk unggulan UMKM binaan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu yang ditampilkan. Diantaranya, Produk dari bawang digoreng, produk gula aren. Baik gula aren padat, gula aren bubuk, serta lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku