Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat. Rabu, (9/9/2026). (MataDian.Com/Dian).
MataDian.Com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu kembali menggelar Pelatihan Wartawan Ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dan sinergi dengan insan media.
Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut menjadi wadah bagi Bank Indonesia dan wartawan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai berbagai kebijakan serta program yang berkaitan dengan perekonomian daerah.
Pada tahun 2026, kegiatan Pelatihan Wartawan Ekonomi mengangkat tema “Sinergi Bank Indonesia dan Media dalam Mengkomunikasikan Kebijakan dan Mengangkat Potensi Ekonomi Daerah”. Tema tersebut dinilai relevan dengan peran media dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara akurat, mudah dipahami, dan berimbang.
Melalui kegiatan tersebut, wartawan tidak hanya mendapatkan informasi mengenai kebijakan Bank Indonesia, tetapi juga diajak melihat secara langsung berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Provinsi Bengkulu. Dengan demikian, media diharapkan dapat turut berkontribusi dalam memperkenalkan dan mengangkat sektor-sektor unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan pelatihan dikemas dengan berbagai agenda yang bersifat edukatif sekaligus membangun kebersamaan antara Bank Indonesia dan wartawan. Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya pelepasan ekspor perdana kopi Bengkulu ke Italia, belajar meracik kopi, hingga kegiatan olahraga berupa latihan menembak.
Pelepasan ekspor perdana kopi Bengkulu ke Italia menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian. Kegiatan ini sekaligus memberikan gambaran kepada para wartawan mengenai potensi komoditas unggulan Bengkulu yang memiliki peluang untuk menembus pasar internasional.
Kopi Bengkulu selama ini menjadi salah satu produk perkebunan yang memiliki karakteristik dan potensi tersendiri. Melalui penguatan kualitas, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar, komoditas tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan daerah.
Selain mengenal proses dan potensi ekspor kopi, para wartawan juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan meracik kopi. Agenda tersebut memberikan pengalaman langsung sekaligus memperkenalkan kopi sebagai bagian dari potensi ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda latihan menembak. Berbeda dengan agenda yang berkaitan langsung dengan ekonomi, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kekompakan, konsentrasi, serta suasana kebersamaan antara peserta dari Bank Indonesia dan kalangan media.
Latihan menembak dilaksanakan di lapangan tembak dengan mengikuti ketentuan dan arahan yang diberikan oleh instruktur. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara serta prosedur keselamatan sebelum mengikuti latihan.
Rangkaian kegiatan Pelatihan Wartawan Ekonomi tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara Bank Indonesia dan media, tetapi juga memperkuat pemahaman wartawan terhadap isu-isu ekonomi yang berkembang di Bengkulu.
Sinergi antara lembaga dan media menjadi penting karena informasi mengenai kebijakan ekonomi dan perkembangan daerah perlu disampaikan kepada masyarakat secara tepat.
Media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi tersebut sehingga dapat dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia Bengkulu dan insan pers diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang terbuka dan produktif. Kolaborasi tersebut pada akhirnya diharapkan mampu mendorong semakin banyak informasi positif mengenai potensi ekonomi Bengkulu, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.







