Ketua ASPSBB, Rendra Ginting. Selasa, (22/9/2026). (MataDian.Com/Dian).
MataDian.Com – Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Bengkulu (SPSBB) akan kembali mempertanyakan kepastian pemanfaatan lahan parkir di gerai Alfa Mart bagi masyarakat yang bekerja sebagai juru parkir (jukir).
Ketua Aliansi SPSBB, Rendra Ginting, mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak Alfa Mart pada Kamis, 24 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi aliansi untuk meminta kejelasan terkait hasil pembahasan permohonan penggunaan lahan parkir yang sebelumnya telah disampaikan kepada manajemen Alfa Mart Bengkulu.
Menurut Rendra, hingga Selasa, 22 September 2026, pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai keputusan dari Alfa Mart pusat. Padahal, sebelumnya pihak Alfa Mart Bengkulu disebut telah menyampaikan permohonan tersebut kepada manajemen pusat untuk dibahas lebih lanjut.
Rendra menjelaskan, persoalan tersebut juga telah dibicarakan dalam audiensi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bengkulu. Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan Alfa Mart.
“Waktu itu kita rapat di Wali Kota. Alfa Mart diberikan waktu 10 hari untuk mendiskusikan permohonan ini ke pusat. Sampai saat ini, sudah lebih dari 10 hari, tetapi pihak aliansi belum menerima surat pemberitahuan dari Alfa Mart,” ujar Rendra, Selasa (22/9/2026).
Ia berharap pertemuan pada Kamis mendatang dapat menghasilkan kepastian sehingga masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan sebagai jukir memiliki kesempatan kembali bekerja.
Rendra menegaskan, Aliansi SPSBB tidak ingin mencampuri teknis pengelolaan parkir. Menurutnya, mekanisme kerja maupun bentuk pengelolaannya dapat dibicarakan bersama pihak Alfa Mart.
“Secara teknis kita serahkan kepada Alfa Mart. Apakah nantinya mereka digaji Alfa Mart, itu kami serahkan. Yang penting bagi kami, kawan-kawan jukir ini bisa kembali bekerja di gerai Alfa Mart,” tegasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah untuk mencari solusi bagi para jukir sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat Kota Bengkulu.







