Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!
Alaku

Bimtek Pariwisata, Guna Tingkatkan SDM Bidang Kepariwisataan Dan Ekonomi Kreatif

Kegiatan Bimtek Dinas  Pariwisata Provinsi Bengkulu 

MataDianCom – Melandanya wabah Covid – 19, yang dialami hampir disetiap negara, termasuk Indonesia beberapa tahun yang lalu, membuat terpuruknya aktivitas dan jatuhnya penghasilan ekonomi ditengah masyarakat.

Terutama bagi masyarakat bergerak dibidang Usaha Kecil Dan Menengah (UKM). Hal itu dikarenakan, pada saat itu Pemerintah mengeluarkan Instruksi atau perintah melakukan Lockdown bagi masyarakat. Dimana Lockdown tersebut bertujuan, untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan, agar supaya jangan sampai terjadi penularan Virus Covid – 19 secara cepat ditengah masyarakat.

Disaat ini, setelah diperbolehkannya kembali beraktivitas secara terbuka bagi masyarakat oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata (Dispar), bekerja sama dengan Tenaga Ahli Ekraf Kementerian Pariwisata , melakukan ‘Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Di Provinsi Bengkulu’. Dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bengkulu, Karmawanto, M. Pd. Berlangsung disalah satu hotel di Kota Bengkulu. Rabu, (23/8/23) pagi.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bengkulu Karmawanto, kepada MataDian. Com mengatakan, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu hari ini, guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

Dikatakan Karmawanto, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ada 17 bidang ekonomi kreatif yang diambil. Untuk Provinsi Bengkulu, pada Bimtek kali ini, ada 9 Bidang yang mengikuti.

“Alhamdulillah, dikita ini ada 9 Bidang yang mengikuti”, kata Karmawanto.

Berdasarkan informasi dari sumber Kementerian, Karmawanto menuturkan, dari 9 cabang ekonomi kreatif yang diikuti oleh Provinsi Bengkulu, merupakan cabang yang terbayak mengikuti Bimtek tentang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. “Biasanya, tiap provinsi itu hanya ada 4, 5, atau 6 bidang yang mengikuti. Kita ada 9 ekonomi kreatif yang kita undang. Ini yang terbayak “, tutur Karmawanto.

Lanjut Karmawanto, untuk Provinsi Bengkulu, dari ke 9 bidang yang mengikuti Bimtek tentang ekonomi kreatif tersebut, bidang kuliner, seni budaya, paling ditonjolkan. “Yang terutama, sekarang kita sudah mulai. Seperti kemarin itu, sudah ada film, lagu, semuanya sudah mulai meningkat”, ungkap Karmawanto.

Selain itu juga,kemajuan dan peningkatan ekonomi kreatif di Provinsi Bengkulu, bidang periklanan diharapkan meningkat, guna mengembangkan dan mengenalkan semua potensi wisata di Bengkulu. “Kita berharap, baik Pemerintah Kabupaten, Kota, dan Provinsi, dan masyarakat, agar dapat mengiklankan semua potensi wisata di Bengkulu. Jangan hanya Pantai Panjang saja yang diketahui”, harap Karmawanto.

Sementara itu, Antiek Widijati atau Kirana Kejora selaku Praktisi Creativepreneur sekaligus nara sumber pada kegiatan tersebut menyampaikan, bahwasanya setelah dilakukannya Bimtek dengan mengambil tema ‘Story Telling For Story Selling’,
ia sangat mengharapkan para pelaku ekonomi dan usaha di Provinsisi Bengkulu agar dapat menjadi Go Kreatif, Go, Digital, dan Go Global.

“Jadi, produk itu diphoto, dividio dengan beragam teknik dan harus ada Caption yang menarik, bukan hanya sekedar memphoto, supaya produk dapat menarik. Sehingga produk yang dipromosikan cepat dipasarkan”. tutup Kirana. (Dian)

 

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku