Kegiatan BBM Bank Indonesia Bengkulu Bersama Rekan Media. Selasa, (9/6/2926). (Mata Dian.Com/Dian).
MataDian.Com – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu semakin erat dan sinergi bersama rekan media. Itu terbukti, bersama rekan media yang tergabung dalam grup Wartawan Ekonomi Bank Indonesia, Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, beserta jajaran melakukan giat Olahraga Padel yang di selenggarakan di lapangan Padel Gendiz Mega Mall. Selasa, (9/6/2026).
Selain melaksanakan Olahraga Padel, kegiatan tersebut langsung dirangkaikan dengan agenda Bincang Bareng Media (BBM) antara BI dengan rekan wartawan.
Dalam BBM, terkait nilai tukar rupiah, dalam perkembangan terjadi goncangan. Berdasarkan pertemuan antara gubernur Bank Indonesia bersama Menteri keuangan, DPRD, Pemerintah, kreditas kebijakan fiskal dan moneter begitu kuat, termasuk dari Bank Indonesia itu sendiri telah melakukan kenaikan suku bunga acuan (BI-Rate) dari 50 basis poin (bps) menjadi 25 basis poin. Sehingga mengalami kenaikan angka mencapai 5,5 persen.
“Ini apa yang disampaikan Pak gubernur, Deputi gubernur senior, ini memang menjadi satu kebijakan,” papar Wahyu.
Meskipun telah terjadi kenaikan angka mencapai 5,5 persen, semua sampaian yang di sampaikan oleh gubernur, deputi senior, Wahyu Yuwana Hidayat mengungkapkan, bahwa hal tersebut menjadi suatu kebijakan. Sehingga, dengan demikian, Wahyu manambahkan Bank Indonesia cepat melakukan langkah-langkah secara terukur untuk
mengambil keputusan pengambilan nilai tukar rupiah guna menjaga inflasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi terjaga, agar masyarakat tetap bisa melakukan aktivitas.
Mengenai Inflasi, Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, Bank Indonesia Bengkulu mencatat inflasi bulanan pada Mei 2026 mencapai 0,86 persen. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga komoditas pangan, khususnya cabai. Meski demikian, kondisi harga pada awal Juni menunjukkan perbaikan seiring membaiknya pasokan sejumlah komoditas.
Bank Indonesia optimistis bahwa kombinasi kebijakan moneter yang tepat dan sinergi pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah dapat menjaga stabilitas ekonomi. Dengan kondisi tersebut, daya beli masyarakat diharapkan tetap terpelihara, sementara dunia usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan kegiatan ekonomi di tengah dinamika global yang masih berlangsung.







