Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!
Alaku

Dampingi DPR RI, Bupati Sampaikan Informasi

MataDianCom – Penjabat Bupati Bengkulu Tengah (Benteng) Dr. Heriandi Roni ceritakan tentang Kabupaten Bengkulu Tengah dan perkembangannya.

Hal itu disampaikan Pj Bupati ketika mendampingi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pusat dari Komisi IV Edi Mulyadi. Saat mengunjungi Desa Kota Niur, Kecamatan Semidang Lagan. Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Kamis (2/2/23).

Dikatakan Pj Bupati, Kabupaten Bengkulu Tengah pada awalnya masuk wilayah Kabupaten Bengkulu Utara (B/U). Seiring perkembangan waktu, dapat menjadi Kabupaten Sendiri. Yaitu Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Kabupaten Bengkulu Tengah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara, yang dilakukan pada tanggal 24 Juni 2008. Kemudian lahir Kabupaten Bengkulu Tengah Tengah. Terdiri dari 11 Kecamatan, 140 Desa, dan 1 Kelurahan. Dengan luas wilayah hampir 122.364 Ha. Atau sekitar 123.364 Km²,” sampai Bupati.

Dari luas wilayah tersebut, sekitar 28.000Km² merupakan daerah kawasan hutan.Termasuk Desa Kota Niur, merupakan salah satu kawasan konservasi Taman Buruh Semidang Bukit Kabu.

” Pada dasarnya sudah menjadi tempat tinggal masyarakat secara turun menurun. Sekitar tahun 1900san, tempat tersebut dijadikan masyarakat untuk lahan pertanian, perladangan, dan sebagainya,” jelas Bupati.

Kawasan Taman Buruh dengan luas area kurang lebih 3850 Ha. Pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten pernah mengusulkan perubahan status kawasan konservasi ke pihak Pemerintah Provinsi, bahwa sebagian wilayah tersebut untuk pemukiman masyarakat. “Sekitar 2557 Ha, beberapa spot-spot kawasan tersebut sudah dimanfaatkan oleh masyarakat,” Bupati menambahkan.

Lanjut Bupati, jembatan beton yang ada di Semidang Lagan merupakan pintu masuknya menuju kawasan Taman Buruh. Mulai dari desa Tabah Lagan sampai desa Lagan Bungin, jalan masih berbatu terjal. Sehingga membuat masyarakat kesulitan  membawa hasil ladang, perkebunan, dan pertanian menuju luar daerah akibat kondisi jalan tersebut.

“Berkat tajamnya pendengaran perwakilan kita dari DPRD Kabupaten maupun Kota, menyampaikan usulan-usulan. Insya Allah ditahun 2023, dianggarkan untuk pengaspalan. Hampir sekitar 6,5Km akan diaspal Hotmix dari Pemerintah Kabupaten,” tutup Bupati. (Dian)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku