Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!
Alaku

Safriyandi Resmi Jabat DPW IKA UII Bengkulu

Foto : Tengah, Ketua DPW IKA – UII Provinsi Bengkulu, Syafriandi, ST., M. Si

MataDian.Com – Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA – UII) Prof Dr. Syarifudin, SH., MH, resmi melantik Ketua DPW IKA – UII Provinsi Bengkulu Syafriandi, ST., M. Si. Masa Bhakti 2022 – 2027.

Pelantikan tersebut, Sehubungan dengan telah terbentuknya susunan Pengurus DPW IKA UII Provinsi Bengkulu, dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) nomor : 14/SK – DPP/XII/2022 Tentang pelantikan dan pengangkatan DPW IKA – UII Bengkulu. Yang dibacakan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP IKA – UII Sugito Atmo Prawiro, SH., MH. Di Gedung Balai Raya Semarak. Selasa Malam, (6/6/23).

Pada kesempatan itu, Ketua DPW IKA – UII Syafriandi, ST.,M.Si, dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh undangan. Baik dari Ormas, Forkompinda, pihak Kampus, dan seluruh anggota IKA – UII yang telah sudi menyempatkan hadir dalam acara pelantikan ini.

Dikatakan Syafriandi, IKA – UII semua anggotanya merupakan kumpulan Alumni Kampus UII Yogyakarta. Dimana setiap jurusan tergabung dalam IKA – UII. ‘Tanpa terkecuali ! ‘.

Selain itu, IKA – UII beraktivitas dan kibaltnya untuk kemajuan dan pembangunan Provinsi Bengkulu. ‘Terutama dibidang sosial kemasyarakatan. Dan tidak ada hubungan dengan aktivitas politik ! ‘.

“Saya berharap, masyarakat Bengkulu memahami dan mengetahui, bahwasanya kami dari IKA – UII Bengkulu aktivitasnya untuk pembangunan dan kemajuan Bengkulu. ‘Orientasinya khusus sosial kemasyarakatan. Tidak ada unsur politik !’. Murni untuk masyarakat dalam aktivitasnya”, tegas Syafriandi.

Selain itu juga, dalam kesempatan itu, Syafriandi sampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Ketua Dewan Penasehat IKA – UII Prof Mahfud MD.

Diketahui, pada pelantikan itu, nantinya Mahfud MD akan hadir untuk memberikan edukasi, pemaparan atau orasi tentang kebangsaan.

“Kami mohon maaf yang sebesar- besarnya atas ketidak hadiran dewan penasehat (Prof. Mahfud MD, red). Karena beliau harus mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam tugas kenegaraan di Negara Malaysia dan Singapura”, pungkas Syafriandi. (Dian)

 

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku